marinamerona

mari ngintip hikmah yang tersedia…

Hilang 1 Huruf

Yuhuu.. Ada yang herankah saya menulis secepat ini setelah sehari sebelumya telah posting tulisan ‘dilema’?

Sepertinya sih gak ada ya.

Mungkin klo ada yang pernah baca tulisan2 sebelumnya yang menyatakan saya akan semangat menulis via mobile? Tapi tetap saja lama muncul tanda2 kehidupan di blog ini.. Karena rupa2nya keypad smartphone saya rusak.

Dan hari ini tiba-tiba kembali berfungsi normal aja loh.. Yes, hari ini.
Tapi entahlah klo rusak lagi nantinya, nampaknya mood smartphone saya lagi bagus kini. Alhamdulillah, apapun.

MaasyaAllaah ya, setelah hampir sebulan mobile-ing tanpa huruf ‘N’. Sampe lawan bicara saya pada maklum dengan gaya berbahasa saya yang hyper-typo tanpa huruf ‘N’.

Rupanya hidup tanpa huruf ‘N’ itu cukup menyusahkan juga. Hanya 1 huruf loh padahal. 1 huruf juga nikmatnya luar biasa, kawan.

“Maka nikmat Tuhan-mu yang mana lagi yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahmaan)

Dilema

Assalaamu’alaykum, apa kabar? sehat?
pasti sehat ya 🙂 kan masih bisa baca blog saya.. hehe

Merujuk dari post saya yang sebelumnya, sebenarnya saya mengharapkan bisa terus posting melalui smartphone yang saya punya. Namun berhubung keypad nya rusak (bermasalah ketika menulis huruf ‘N’) jadilah menyurutkan semangat saya untuk menulis lagi.

Ok. Kali ini saya kembali berurusan dengan ‘dilema’. Mungkin hampir sebagian besar penikmat musik khususnya musik Jepang sudah tau dan sedang mempersiapkan kedatangan band L’Arc En Ciel yang hendak menggelar konser di Jakarta ini. FYI, band satu ini adalah salah satu pelengkap kisah hidup saya sewaktu pertama kali jatuh hati dengan kebudayaan jepang. Tak bohong, memang, karena mereka rupawan dan enak dilihat. Yah.. wanita pada umumnya ya memang. Oh, di samping rupawan nya mereka, tentu saja karya musik mereka ‘masuk’ dalam selera musik saya. Makanya saya cukup meng-idola- kan mereka pada saat saya ABG dahulu. (loh sekarang udah gak ABG ya?) saking nge-fans nya sama band satu ini sejak tahun 2006, saya berandai-andai jika mereka mengadakan konser di indonesia, saya mesti nonton! dimana pada saat itu rasanya sangat mustahil harapan itu dapat terwujud karena peminat penonton nya yang sangat minoritas. Dan saya termasuk dalam golongan minoritas tersebut. Harapan itu pun mulai pasang surut ketika muncul rumor beberapa kali bahwa Laruku (L’Arc-En-Ciel) akan mengadakan konser di Indonesia yang ternyata adalah HOAX.

Semakin hari, nampaknya pamor belantika musik Asia (Jepang salah satunya) mulai banyak peminat di Indonesia. Dan kini, tahun 2012, sepertinya tahun ‘pemerasan’ untuk pecinta musik :lol:.

Bayangkan saja, Indonesia tahun ini dibanjiri oleh band-band luar negri yang akan menghibur para penggemar nya di negri ini. Tak ketinggalan Laruku juga termasuk salah satu band itu!
Spontan euphoria pecinta Laruku begitu membahana seantero komunitas Jepang di Indonesia ini. Saya dengar, di hari pertama penjualan tiket, jatah tiket VIP untuk hari itu sudah bablas habis dalam 10 menit pertama.

Wow.. terkena dampak euphoria. Saya berniat untuk ikut membeli tiket, yang murah2 sajalah, yang paling murah, yang 500k mungkin. Tapi kalau saya keringat uang, pasti saya beli yang VVIP!! 1,2 jeti sodara-sodaraa..

Dan maasya Allah ya, meski 500k, saya gak punya uang tuh, haha.. salah satu sahabat saya bilang, “udahlah, santai aja beli nya, masih 2 bulan ini”. OK.

Sempat juga saya beberapa kali mengurungkan niat untuk nonton. Saya berpikir, apalah manfaat nya. Tapi yang di ‘sebelah’ bisik2 “ayooo kapan lagi coba mereka dateng lagi kesini, mereka udah elo tunggu2 sejak tahun 2006 loh!” Err… iya juga sih. Yang nonton temen2 semua pun yang juga sesama pecinta Laruku sejak jaman leluhur.. jadi pasti seru ya… wah! berasa reuni akbar jadinya.


H – 1 bulan,

Ung… and now, do i look care? or it’s just a mini-euphoria?

Dana untuk beli tiket pun belum turun-turun, jujur tagihan saya tersendat-sendat, harap maklum, anak freelance.
Beberapa teman yang se-hobi bertanya kenapa saya tidak beli-beli tiket nya? jawab saya simple, dana nya belum ada.

Makin hari makin hari, kepikiran, kira-kira bisa gak nih beli tiket mepet2?
Untungnya, ilmu ikhlas masih belum sepenuhnya menguap, jadi saya pikir klo Allah berkehendak saya nonton ya, terjadilah. Kalau nggak dikehendaki toh, saya tidak berniat bunuh diri. So, kalem………

H-27

Alhamdulillah..! dana yang ditunggu-tunggu sudah ada di tangan.

Tapi…

……

………….

Kok semacam sayang ya……

(dan kemudian… hening….)

menulis via mobile

Ternyata.. Bisa posting blog wordpress dari blackberry!

Ahaha, maaf ya saya jadi senorak ini, harap maklum baru hijrah ke smartphone. Bukan smartphone ‘super canggih’ sih, beli nya pun kurang dari 1 juta rupiah karena saya membeli yang second (buah dari takut sakit hati kalau2 mengeluarkan banyak uang untuk beli BlackBerry namun tidak sesuai yang diharapkan).

Tapi berhubung sebenarnya saya cukup senang dengan gadget (namun ga sanggup beli gadget yang harganya spektakuler), jadi sebisa mungkin saya kulik habis apa saja manfaat dari gadget yang saya punya.

Dan alhamdulillah, seneng banget begitu tau BlackBerry juga menyediakan aplikasi wordpress.. Yaay!

Berhubung saya kena penyakit malas akut menulis via laptop yah. Soalnya klo tiap buka laptop, niatan nulis di wp jadi melenceng. Akhirnya malah browse yang lain, atau mungkin malah tergoda main game fesbuk dan berakhir tanpa menyentuh wordpress.. (¬_¬)

Haha, baiklah, semoga saya bisa menggunakan smartphone ini dengan ‘smart’ dan kembali bersemangat menghidupkan wordpress ini \(´▽`)/

krisis nama user

Belakangan ini saya berpikir untuk me rename beberapa username yang saya pakai di beberapa email dan social media, khususnya twitter. Harap maklum kepikiran untuk gonta ganti, masih masa-masa labil soalnya.

Dulu itu, seneng banget pake username yang berhubungan dengan nama sendiri, di`bumbu`i dengan sedikit kata asing, seperti alamat email pertama saya; maholic at yahoo dot com.

Banyak juga yang bertanya, apa arti maholic?

Saya buat waktu itu karena; maholic berupa singkatan `marina holic`, lihat betapa narsis nya saya kan? bahkan singkatan ini pun tidak ada yang tahu jika tidak dipertanyakan pada empunya username ini.

Maholic sudah menemani saya selama beberapa tahun (bahkan sampai sekarang), bahkan ada beberapa teman yang jika mendengar kata `maholic` yang terbayang pertama kali pasti marina (dan saya suka itu), terpaut pun dengan Y!M dan menyimpan banyak archieve chatting / obrolan berharga, sehingga suatu hari saya pernah berpikir ini akan menjadi username ciri khas saya sepanjang masa.

Tapi semenjak muncul kata-kata `maho` alias `manusia homo` di seantero forum sejagat, orang-orang yang baru setengah mengenal saya jadi kembali mempertanyakan dan tersenyum nakal mendengar username maholic… hmm OK. Bukan mereka yang salah.

Saya mulai berpikir untuk mencari nama beken lain, yang lucu, earcatchy, dan mudah diingat.. visi dan misi untuk official name di berbagai bidang usaha yang saya jalani, entah itu untuk signature perdagangan online dan jasa desain (mulai berpikir komersil ceritanya)..

Intermezzo, dapat username `mrs.children` karena saya menggemari band asal jepang yang bernama Mr.Children namun cuma buat seru-seruan saja karena ternyata mrs.children adalah nama sebuah band asal US yang tidak begitu dikenal di sini, lalu dapat username `marinamerona` yang kini menjadi judul blog saya di wordpress, dan yak, ternyata pilihan jatuh kepada `marimallow` yang maknanya (tentu hanya saya yang tahu dan kini pembaca juga tahu) adalah marina yang selembut marshmallow, karena saya suka tekstur marshmallow yang lembut, putih, nyoy-nyoy, empuk, gendut, manis.. saya banget kan? (abaikan)

Tapi semenjak saya dengar desas desus bahwa ada marshmallow yang terbuat dari gelatin yang berasal dari babi, hmm OK. Bukan mereka yang salah.

Hanya saja saya yang memang terlalu maceuh (gak bisa diem – klo kata orang sunda) dalam urusan membentuk username yang (semoga) kuat, saya bisa menghabiskan berminggu-minggu lamanya loh.. semacam urusan penting gitu.

walhasil intermezzo, saya teringat kembali dengan judul blog saya `marinamerona`, dan pun sempat galau kembali..

Sampe akhirnya saya menemukan username yang mengandung unsur typo; marinagustin.. dan saya pikir typo ini kewl..

Sebelah mana typo nya, neng?

Marina Agustin = Mari na agustin = ma rina agustin = MarinaAgustin = Marinaagustin = marinagustin.. gotcha!
nampaknya ini akan menjadi official name lebih alami, natural, apa adanya, dan tentu saja.. lebih fleksible merujuk ke “Marina Agustin” dengan latar belakang yang nama ini miliki. Tapi sejuta sayang, ternyata banyak yang mempunyai nama Marina Agustin dan semacamnya. Dengan kata lain, harus sikit berlomba `siapa cepat dia dapat` username ini.

Akankah nanti ke depannya saya berganti username lagi?

entahlah…

Untuk sementara ini, saya sedang jatuh cinta dengan username `marinagustin`, meski di twitter sudah ada `marin gustin` lain yang matok username ini, tetep saya ubah username twitter yang sebelumnya @marimallow menjadi @marinagustin_  meski ada buntut nya 😆 (maksa)

maholic, mrs.children, mrina, marinamerona,
marimallow, marina agustin, marinagustin…

welcoming crisis username, smoga gak ada yang terganggu yaa 😀

Hello (again) World!

Entah sudah berapa lama ya saya gak ngisi tulisan di sini?

Seperti yang kita ketahui, belakangan ini banyak bermunculan euphoria social media baru.. katakanlah seperti facebook, twitter, google+, tumblr, dan ya, saya memiliki account di semua social media yang saya sebutkan barusan, entah social media apa lagi yang saya lewatkan. Pun saya merupakan pengguna aktif berbagai social media tersebut (meski tak semua socmed yang saya daftar).

Semenjak terhanyut di berbagai socmed (social media), saya jadi jarang punya ide untuk menulis. Terlebih karena saya sudah merasa cukup menulis beberapa patah kata saja untuk meluapkan isi hati dan berbagai `celetuk` saya.. haha kalian tau lah. Dengan re-share atau re-tweet, semua yang ada di hati pada saat itu sudah terwakili.

Satu alasan lagi kenapa ide menulis saya mampet, karena berkurangnya intensitas saya bertemu dengan para informan saya tentang topik yang kini sedang saya gemari, which is i called them `sahabat`.. karena saya tak mampu menganggap semua orang menjadi sahabat yang `klik`. Kini saya sadari betapa kurang nya memiliki hanya 1 sahabat dan betapa berlebihannya memiliki 1 musuh. Pun saya tidak terlalu banyak ber aktifitas di luar rumah, bukan karena paksaan melainkan karena saya yang tidak terlalu tertarik dengan aktifitas luar akhir-akhir ini. Nah kan, jadi serba galau deh jadinya… maasya Allah ya, semua suasana ini Allah yang cipta, saya harap saya tidak banyak mengeluh, banyak wacana tapi buat apa kalau tidak praktek?
Bersyukurlah Allah masih menyediakan teknologi sebagai ajang bersilaturahmi antar dunia maya.

Bagi yang belum tahu, saya putuskan untuk membuka online shop, yang saya harapkan selain untuk mencari nafkah tetapi juga untuk menjalin tali silaturahmi dengan para pembeli. Saya putuskan untuk berdagang daripada bekerja kantoran, kenapa? karena kata Rasululloh saw yang saya ingat-ingat adalah “berdagang membuka 9 dari 10 pintu rezeki”
kira-kira begitu mahfum nya, maafkan saya tidak hafal perawi nya tapi kalian bisa cari tahu sendiri, hadits ini cukup populer kok.. dan betulkan saya jika salah.

Dan.. lagipula klo dipikir2, saya gak cocok untuk bekerja kantoran.. untuk disiplin sholat 5 waktu tepat pada waktunya saja saya masih tergopoh-gopoh, apalagi disiplin waktu dalam bekerja kantoran? banyak yang menyayangkan dan menyemangati saya untuk bekerja kantoran dengan kemampuan yang Allah anugrahkan untuk saya. Tapi yah, kita lihat saja saya nanti jadi apa dan bagaimana 😛

Pernah ada yang bertanya “Kenapa gak kerja kantoran aja sih?”
Saya jawab sambil berguyon “Nggak ah, gak mau ngambil space cowok2..”

“Nanti gak pernah dapet cowok loh..”

“err… dunia luas bung, gak sebatas kantoran aja, hehe..”

Terlihat bijak dan tegar kah? Tapi saya bohong kalau saya tidak pernah mencemaskan siapa kelak yang akan menjadi pendamping saya, secara agak introvert yah 😀 ah tapi biarlah.. santai saja seperti di lantai.. kalo kata Delon “semua indah pada waktunya”.

Mohon do’a saja dari teman-teman untuk kelangsungan hidup saya yang lebih baik, dan semoga kebaikan itu juga atas teman-teman sekalian, sekian kata sapa setelah sekain lama `tertidur`.
Hello again, world!

wassalaam,
Marina Agustin

Kenapa Orang Islam Makan Hewan?

Suatu hari sekitar tahun 2010, lampau.. seorang teman menanyakan pada saya pertanyaan yang didapat dari seorang vegetarian yang ‘belum’ yakin Islam merupakan rahmatan lil’alamiin (kasih sayang bagi seluruh alam).  Bahwa sesungguhnya Islam memiliki konsep tertentu yang luar biasa tapi satu yang tetap mengganjal di pikiran seorang vegetarian ini. “Kenapa orang Islam makan hewan?”

Sebuah pertanyaan yang.. terdengar sederhana, namun membuktikan pun bahwa saya masih kurang ilmu nya, karena saya tidak bisa bahkan tidak berani menjawabnyaaa, hehe..

Sebenarnya bagi muslim, jawabannya sudah jelas yaitu, “memang dalam Al-Qur’an, Allah meng-halal-kan hewan untuk dimakan manusia, kecuali hewan yang di-haram-kan untuk dimakan” toh?

Setidaknya hanya jawaban itulah yang sekilas terlintas di akal saya. Tapi apakah itu jawaban yang MEMUASKAN untuk diberikan pada seorang yang belum menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya dan terlebih lagi belum ada Allah pada keyakinannya? Jika saya menempatkan diri di posisi vegetarian ini sih, saya tidak ‘puas’ dengan jawaban itu.

Jadilah kemudian disusul pertanyaan lain yang muncul dalam benak saya “bagaimana ya menjelaskan pada mereka yang menganggap bahwa Islam ‘bukan’ agama kasih sayang karena memperbolehkan umat nya memakan hewan, padahal katanya Islam kan adalah rahmat bagi seluruh alam?” 

Demikianlah pertanyaan dengan sedikit keraguan yang terus ikut-ikut mengusik rasa penasaran saya..

maasya Allah nya ya..

Alirat Tersesat

Pada suatu hari, ketika adzan maghrib berkumandang..
suatu waktu ketika orang-orang masih disibukkan dengan canda tawanya..
dan saya, yang termasuk di dalam lingkaran orang-orang itu, entah sudah berapa kali melihat jam di ponsel secara berulang-ulang..

sebuah tanda kecemasan saya “sudah berapa menit saya menunda-nunda panggilan Allah?” sedangkan saya masih terjebak dalam sebuah lingkaran canda tawa..

Dan saya pun akhirnya memberanikan diri untuk berdiri..

suara saya pelan berkata “Maghrib dulu ah..” sambil berharap ada yang membalas “ikut donk..”
namun saya pun tetap berada dalam kesendirian saya.. seolah wajah yang lain berkata “nanti aku menyusul”..

OK, tidak masalah pikir saya.. dan saya pun berlalu untuk melakukan ritual mensucikan diri yang mahsyur dengan sebutan ber-wudhu..

masih dalam kesendirian, saya memasuki sebuah bilik mungil yang tidak pernah dihampiri kecuali oleh mereka yang ingin bertamu pada yang Maha Pencipta Alam Semesta..
saya hendak pakaikan tubuh saya dengan pakaian yang saya harapkan ini adalah pakaian takwa.. pakaian mulia yang paling sederhana yang saya kenal, sebuah telekung putih yang menutupi hampir seluruh lekuk tubuh saya..

tiba-tiba Allah mengirimkan saya seseorang, yang benar-benar menyusul saya ke bilik mungil..