marinamerona

mari ngintip hikmah yang tersedia…

Category: Lingkungan Hidup

apabila pecandu rokok masuk surga

Marina, 14 Agustus 2010

Kutipan ceramah tarawih dari si pak ustadz nih ceritanya..

***

Malaikat : Selamat wahai manusia, kini kamu masuk surga.. sebutkan permintaanmu.

Perokok : Aku ingin merokok, wahai malaikat..

Malaikat : Maaf, tidak bisa..

Perokok : Bukankah di surga bebas meminta apa saja?

Malaikat : Ya memang.. tapi di surga tidak ada api..

Perokok : Loh? Mana bisa begitu??

Malaikat : Kalau kamu masih ingin juga merokok, pindah saja ke ‘sebelah’.. tuh, apinya banyak tidak habis-habis..

***

Rupanya pecandu rokok akan tetap menderita walaupun masuk syurga ya?

haha..

maasya Allah..

Silaturahmi oh Silaturahim

Marina, 20 Oktober 2009

Silaturahmi perdana ke mantan sekolah di tahun 2009..

kayaknya dah lama banget gak main ke sana..

konon katanya..
“silaturahmi itu memanjangkan umur dan meperbanyak rezeki”

iya?

***

Sebenernya, hari ini saya gak ada niatan sama sekali berkunjung ke sana, hanya saja satu dan lain hal membuat saya harus kesana.. memang udah Allah yang atur, sepertinya emang udah waktunya saya silaturahmi ke mantan sekolah saya itu..

maka, terjadilah…

Mata Kelinci

ini..tulisan dah jebot juga yahh..uhuk..

Marina, 16 Mei 2009

HUaeeeyy kelinci loetjoee~

Kalian bisa gak memutar penglihatan sejauh 360 derajat

tanpa menggerakkan leher??

***

Dulu waktu saya nonton sebuah dorama (Jepang) yang berjudul My Boss My Hero, ada bagian yang cukup nyantol di ingetan saya. Sewaktu si tokoh utama memperhatikan seekor kelinci, dia diberitahu oleh seorang temannya bahwa kelinci itu mampu melihat memutar menjangkau 360 drajat meskipun kepalanya tidak digerakkan. (entah benerran apa skenario, entah deh…)

Makzudnyaa 360 derajat?

Tadinya saya pikir, jangkauan (penglihatan) 360 drajatnya itu hanya mencakup atas, bawah, kiri, dan kanan (kan klo bola mata diputer atas kiri bawah kanan jadi menjangkau bunderan 360 drajat, itu udah umum lah ya? sayah juga bisa itu mah..)  Lalu apa spesialnya mata kelinci itu??

Setelah saya menonton lebih lanjut..

Noleh-Noleh di Green Fest

Saya dateng ke acara ini sama keluarga saya.

[ sbenernya udah lama banget yey , bulan mei 2008 ]

Tapi cuma pas sore menjelang malemnya doank, dan gak sempet mencatat semua yg saya pelajari disini. Saya ngider2 disini cuma 1 1/2 jam T,T … sungguh waktu yg amat sangat kurang. Dan jadilah saya mengubek2 inet demi mendapatkan info tentang Green Festival yg diadakan di Parkir Timur Senayan.

Mari saya berbagi cerita sedikit selama saya disana.

Begitu masuk melewati gerbang kita akan melewati gambar2 ‘ sentilan ‘ dari Benny & Mice antara manusia dan global warming, kocak deh..

Lalu dilanjutkan dengan memasuki suatu area bertenda yg seolah kita berada di taman rumah, garasi, dapur, ruang kerja, kamar tidur, ruang keluarga, sampai ke kamar mandi, pokoknya..seolah kita akan ‘tour’ dengan mejelajahi rumah sendiri / rumah pada umumnya.

Nah di dalam ruangan2/tempat yg saya sebutkan barusan, masing2 tempat terdapat pelajaran upaya untuk mengurangi dampak Global Warming yang mungkin uraiannya akan kalian lihat setelah beberapa paragraf di bawah ini.

Di pertengahan ‘tour’, om saya yg berada di samping saya tiba2 berkata..

“lihat deh, daritadi sampe sini sepi sponsor sama sekali”

“hah..iya ya?! baru nyadar aku, kenapa ya om?”

“ya kan pengusaha2 industri banyak yg gak setuju sama program beginian, klo mereka mlakukan pengiritan energi besar2an seperti yg disarankan memikirkan global warming, usaha mereka gak bakal lancar”

uooohh,, ya ai siii, ya ai anderstudd~ saya mengerti kenapa gak terlihat spanduk2 yg biasa saya lihat di acara kebanyakan, yah tarohlah iklan dari rokok dan sebagainya..biasanya sponsor dari pengusaha rokok n mobil kan paling heboh tu.

Begitu kita sampai di penghujung tenda, itu tandanya tour keliling ruangan rumah telah berakhir. Tibalah kita di ruangan terbuka..uwaaa rame sekaaalii~ banyak pedagang makanan, ada siaran radio live, dan ada yg jual kerajinan2 tangan dari dauran ulang sampah rumah tangga, trus ada panggung terbukanya juga [ katanya sih ada artis2, cuman saya gak ntn panggungnya ], ada pameran sepeda jadul alias ‘jaman dulu’ pula, trus ada sekelompok mahasiswa yg membuat history terjadinya gempa melalui prakarya yg mereka buat, keren deh.

Ada pula si badut pohon buat foto2, sasaran empuk buat anak2, hahaha…Ah tapi ada yg mengecewakan, ini kan acara penyuluhan untuk mengurangi proses terjadinya global warming, tapi kok gak sedikit sampah sembarangan berkeliaran dimana2 ya?? hahaha ^_^; no comment lagi deh…

Agak basi memang posting-nya ^^

Full House

Tanggal 6 Juli 2008

Tempat kediaman saya tinggal serasa mau meldak! Tapi saya senang…

Karena baru kali ini saya menjadi tuan rumah dalam suatu acara keluarga, ya..keluarga saya yang cukup GADANG jumlahnya [klo kata org Padang mah XD]. Padahal saya tinggalnya di ruko-an gtu, ahahaha~

Tapi sih cuma setengahnya yg dateng ^^ entah harus sedih ato seneng,hehe…..

Tapi seneng aja deh…….
setidaknya acaranya suksesssss, uhuy~

Entah kenapa belakangan ini rasa respect saya terhadap keluarga semakin membesar.

Saya merindukan canda tawa mereka, meski kadang candaan mereka agak menyinggung hati, tp saya anggap itu hanya lawakan biasa, pengundang tawa mungkin ^^

Saya merindukan kehadiran mereka, meski terkadang ada yg melupakan kehadiran saya ^^

Saya ingin lebih mengenal mereka, lebih dekat dan akrab, meski saya susssah beradaptasi dengan mereka, apalagi yg udah berkarier ^^

Kenapa ya ada ‘meski’ nya terus?

Senyum Pemulung Rawamangun

Kejadian ini udah lamaa banget…
Waktu malam itu, aku bertiga bareng mama dan papa menelusuri jalan mencari tempat untuk disinggahi, disinggahi makan malam. Hehe..bukan di resto2 ato cafe loh ya..tapi daerah yg rame PKL nya! -PKL Pedagang Kaki Lima– alias jajanan pinggir jalan yg pake gerobak2, macem nasi goreng, bakso, nasi pecel, nasi uduk, dll. Sistemnya gini, klo udah nemuin PKL dengan kategori jajanan yg dirasa-rasa cocok dengan selera pada waktu itu, kita singgah di samping gerobak (atau sekelilingnya) , trus makan di dalem mobil! kadang sih turun untuk makan di tempat, tapi klo lagi rame ya..makan di mobil deeh ^^
Yayaya..itu emang kebiasaan kami sekeluarga HAMPIR tiap malam *kenapa cuma bertiga yg diceritainnya?* karena emang kakakku sering absen karena kealingan sama kegiatannya yg laen.

yakin mau baca?? panjang lhooo~ :mrgreen:

Malas Bersosialisasi < Anti-Sosial

Disclaimer : Dilarang kasihan sama penulis setelah mbaca post yang satu ini yaa.. Ini akan menjadi very veerryy long-post, beware bagi yang tidak suka membaca :mrgreen:

Sebenernya, saya gak tau jelas detail arti dari Anti-Sosial (Ansos) itu sendiri. Tapi yang paling saya ketahui adalah, An-Sos itu adalah jenis penyakit keterbelakangan mental bukan? Karena saya bukan ahli medis, silahkan baca langsung di om wiki tentang pemahaman anti-sosial (dan kawan-kawannya) yang baik dan benar :mrgreen: Mungkin di post yang ini, saya akan bercerita sedikit tentang lingkungan sekitar yang saya amati.

Jadi begini..

***

Saya pernah tidak sengaja mengamati seorang pria yang berumur sekitar 25 tahun. Seorang pria yang hampir tidak pernah keluar rumah dan masih dibawah biaya orang tuanya. Pria tersebut hanya ber-kegiatan bermain game console, game online, merawat kucing dan lihai dalam masalah perangkat komputer. Bahkan saya rasa, dia punya potensi untuk menjadi orang yang ‘berada’ JIKA DIKEMBANGKAN. Lalu?
Entahlah apa lagi yang dilakukan di rumahnya. Kalo ingin berperasangka baik, mungkin dia tipe pekerja rumahan saja (bisnis online, free lance ato semacamnya).

FYI, pria ini enggan menghadiri acara khalayak ramai (pesta dan sebagainya), dan pula enggan berkumpul ketika ada acara keluarga. Kalau pun dipaksa, pasti dia selalu merasa tidak betah berada di keramaian dan selalu ingin pulang di awal waktu. Bahkan kini, saudara-saudara nya sudah menganggapnya ‘hilang’ dari daftar keluarga (saking jarang beredar-nya..). Tak jarang pria ini menimbulkan kecemasan yang berlebih pada orang tuanya.

Namun, bukan berarti dia tidak pernah berinteraksi dengan orang lain. Setidaknya ada, meskipun jumlah orang yang menurutnya enak dia ajak bicara bisa terhitung dengan jari.

Pernah suatu ketika pria ini pergi ke suatu tempat yang di dalamnya berkumpul orang-orang ‘besar’ seperti Kepala Polisi dan Ulama. Entah apa yang membuatnya tertarik, namun pria ini sangat ‘nyambung’ ketika berbicara dengan para orang ‘besar’ itu. Seperti ada respect yang ‘lebih’ dibandingkan orang lain yang dia anggap tidak berguna dia ajak bicara..

Hemm.. okeii, saya tidak jadi menganggap pria ini An-Sos :mrgreen: melainkan introvert kali ya??

***

Sebenernya kasus pria ini gak jauh beda dari saya..