I am Married!

by marinamerona

Jumpa lagi.. Dengan marina di sini 🎶~ (sambil membayangkan nada lagunya maissy jaman jebot -yg masa kecil nya di era 90an pasti faham yak)

Dan iya, sesuai judul, saya menikah! Alhamdulillaah.. Percaya gak percaya, postingan ini sudah saya siapkan draft kosongnya dengan judul diatas, pada tahun 2016 ! Ahahah, saking sok sibuknya yah jadi malas menulis.

Singkat cerita, saya menikah tahun 2014 pada tanggal 22 Juni. Dengan lelaki, yang dikenalkan oleh seorang kerabat yang sekiranya faham serba serbi seorang marina. Seorang pria yang lebih dulu hidup 3 tahun sebelum saya lahir.

Ingat postingan saya yang tentang Balada Drama Online ? Sejujurjujur nya, ketika saya menulis post tersebut, saya pun sedang mengalami yang namanya proses mengenal seorang pria melalui sebuah media online. Awalnya saya terkaget ketika seorang kerabat dekat mengirim message pada saya 

na, ada yang mau ta’aruf ni, mau gak?

Dan saya lebih terkaget-kaget setelah dikirim contact person nya, nampak tak asing. Karena memang kami pernah bertemu, but we didn’t notice each other. Dan kalau diingat lagi, sebenarnya kami bahkan sudah pernah bertemu BEBERAPA kali, namun saya tekankan sekali lagi we didn’t notice each other

Bahasa simple nya, kami sibuk dewe-dewe, dengan lingkungan pertemanan yang sama, namun dengan tipe bahasan yang berbeda. 

Pun, ketika mendengar kalimat ta’aruf.. Seriously ? Antara ketawa geli plus dag dig dug dhuar. Karena saya bukanlah wanita yang pantas diiringi dengan backsound lagu ayat-ayat cinta. Gak cucok. Dan pula, ta’aruf macam opoooo lah iki kok lewat chat-chating an.

Tapi saya akui, saya memang lebih nyaman mengenal seseorang lewat chat tanpa bertatap muka. Mungkin Alloh punya cara nya sendiri buat semua hamba-Nya yang ‘unik’ nya beda-beda. 

Dari waktu ke waktu, saya mulai menikmati proses ‘perkenalan’ ini (mari kita tepikan kalimat ta’aruf yang cukup berat ini yah). Disebut pacaran pun, keliatannya bukan tuh. Udahlah ngobrol pake gue – elu. Jalan bedua-an pun gak pernah.

Setelah sekian obrolan kami, saya menyelipkan pertanyaan

” menurut lo, hukum cowok sholat berjamaah di masjid itu gimana? 

Dan

” gimana pandangan lo tentang rokok?

Jawaban beliau dari 2 buah pertanyaan inilah, yang membuat saya berpikir “hmm, baiklah ” sambil manut-manut elus-elus dagu.

Semua… Terjadi begitu cepat, dan alhamdulillaah, dengan (hanya) sedikit drama. Kami menikah.

Saya menerima segala kelebihan dan kekurangannya, begitu pula sebaliknya. Saya yakin, kami adalah pasangan yang banyak kurang nya. Sempat diingatkan oleh seorang sahabat. 

Pernikahan itu.. bukan melulu tentang bahagia seperti cerita² di disney, tapi bagaimana kita melalui ujian yang ada di dalam nya. Itulah mengapa Nabi kita shalallahu alaihi wassalaam bilang kalau mau melengkapi iman kita, setengahnya ada pada sebuah pernikahan.

Untuk saya yang waktu itu belum merasakan, cuma bisa ho’oh² aja. Dan kini setelah sekian tahun berlalu menikah, memanglah benar. Nano-nano rasanya. Apalagi kalau sudah punya buah hati, lebih rame rasanya! 😂

OH Fyi, saya dulu sempat takut menikah lho, dengan berbagai alasan tetek bengek nya. Tapi.. Alloh Maha membolak balik hati. Silakan tanyakan kepada-Nya. Mudah-mudahan Alloh jaga pernikahan kita agar terhindar dari godaan om satan dan para serdadunya yah.

Wassalaam,

Marina Agustin

September, 2017

Advertisements