Balada Drama Online

by marinamerona

Lama gak nulis blog, ada hal yang cukup membuat jemari saya gatal untuk menulis ini.

Beberapa bulan lalu saya di follow oleh sebuah account twitter. Sebuah account twitter yg saya rasa isinya ilmu-ilmu yg bagus untuk memotivasi perihal keagamaan. Berkat rasa kepo keingintahuan saya yang cukup tinggi, saya menyimpulkan pemilik account ini adalah seorang wanita indonesia (atau half-indo?) bercadar yang aktif dgn kegiatan dakwah, young, single and very happy. Meski tak pernah menampakkan foto dirinya, saya meyakinkan diri saya bahwa beliau memang menjaga maruah nya.. kemuliaannya.

Kicauan beliau kebanyakan memakai bahasa inggris, cukup meyakinkan pastilah beliau berpendidikan, melek teknologi, atau bisa jadi sering berada di lingkungan negeri luar. Sehingga beliau pun di follow pula dgn para aktifis dakwah dari mancanegara.

Pertamanya saya cukup lama respon account ini (tidak saya follow back), sampai saya sadari tidak lama beberapa hari, saya kembali di unfollow oleh account ini.

Saya pikir, “apa jangan2 ini bot yang cuma cari follower ya? Sistemnya sama persis, follow utk di followback, wes kelar di followback ya di unfollow kembali. Tapi mana ada bot yang isinya ttg agama?.

Namun ketika saya menyadari beliau juga di follow dgn para ummi aktivis dakwah (yg saya follow juga). Saya putuskan untuk follow account ini, meskipun dia sudah unfollow saya. Disini saya berprinsip ‘lihat apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan’. Yaaa..kali aja kan, ada ilmu bermanfaat yg bisa diserap. Daripada follow account2 galau.

Dan qodarullah suatu hari saya menemukan kicauan dia yang saya tangkap bahwa beliau sedang ta’aruf dengan seorang pria, yang dikenalnya melalui twitter juga.

Begitu mudah pula saya mendapatkan informasi tentang si pria yg ‘mengajaknya’ taaruf tersebut. Karena makin hari mereka makin intens saling mention.

Tunggu sebentar, kok elo kepo banget sih nak?? Gak penting kalee mana gak kenal mereka juga

Eh.. gimana gak kepo cyin? Kan saya mau tau juga proses mereka menuju pernikahan seperti apa. Karena saya jarang menemui serba serbi kisah ta’aruf.

Dan lagi saya merasakan ada keanehan disini. Saya merasa lama2 mereka saling mention layaknya ‘pacaran’. Meski nampaknya memang mereka sedang menuju ke jenjang pernikahan secara mufakat di bulan februari ini.

Saya paham saya harus jauhi prasangka. But hello..?
Hasut setan menyusup dari celah sekecil apapun. Sembari si wanita nge tweet perihal kiat2 wanita soleha cinta dan taat pada Alloh dan Rasul-Nya, disamping itu pula kata2 mesra dan cemburu dilontarkan secara nyata pada si pria yang notabene BELUM jadi mahrom/suami nya.

Dalam hati saya bergumam “he? Apa iya boleh begitu?” Entahlah.. gak cocok aja keliatannya.

Yang saya tau, kami para muslimah yg paham agama (harusnya) terbiasa untuk menjaga hatinya pada yang bukan mahrom. Ya kalopun kelepasan jangan keliatan jelas gitu lah.. malu sama Alloh. Apalagi sampe ngundang orang yang lihat jadi berpikiran negatif?

“keliatannya religius, tapi mesra2an di depan publik sama yg belum halal” nah nah.. 😅

***

Singkat cerita, mereka tidak jadi menikah.

Saya tabayyun (mendalami informasi) dengan ricek timeline twitternya si pria. Call me ; beta stalker lah ya, tapi apa boleh buat klo penasaran melanda.

Selidik punya selidik mereka tak jadi menikah karena si pria merasa ditipu. Karena selama berkenalan si wanita mengaku gadis namun ternyata seorang janda, ibu dari 2 orang anak.

Si pria punya alasan kuat utk tidak meneruskan hubungan tsb. Meski si pria awalnya tidak mempersoalkan wajah dan lebih mengedepankan kepribadian. Tapi satu kesalahan fatal si wanita adalah berbohong! ill-feel lah si pria seketika.

Dan si wanita pun punya alasan kuat berbohong yaitu karena takut kehilangan si pria karena udah sayang banggeeet.

***

Astaghfirulloh.. Kasus ini sekali lagi agak bikin saya lebih melek bahwa setan memang BISA menyusup dari segala celah setipis molekul apapun. Tak terkecuali pada orang2 yang paham agama pun terbuai olehnya. Apalagi saya yang paham agamanya masih minimalis gini?

Well, silahkan sebut saya konservatif, kaku, aneh atau apalah. Saya pribadi ada juga khawatir terjerumus dengan hal2 yang beginan, karena jujur.. saat ini memang ada seorang kenalan yang tengah membuat hati saya ‘terganggu’

Saya tidak suka ‘diganggu’
but sometimes, i can’t help it… Aarrgh demmm

20140223-022726.jpg

Marina, jaga hatimu ya nak

Advertisements