Puasa apa?

by marinamerona

Alhamdulillaah, tahun ini berhasil melaksanakan shaum shawwal selama 6 hari..putus putus.

Setelah ‘hijrah’ tahun 2009.. Sebenernya saya sudah meniatkan amal shaum (puasa) shawwal. Tapi masih berat melaksanakannya.
Beberapa pemahaman pun saya dapat, ada yang mengatakan bahwa shaum shawwal tidaklah sah apabila hutang shaum ramadhan belum terganti. Namun ada juga yang mengatakan bahwa shaum shawwal bisa didahulukan karena puasa ini terbatas oleh waktu. Jadilah saya yang lemah ilmu ini lantas berpikir, “daripada gak dapet puasa shawwal sama sekali, puasa ganti (qadha) nya ntar2an aja dah!”

Bernostalgia ke tahun2 yang lalu, entah sudah berapa banyak hutang puasa saya semenjak saya baligh. Mau hitung2an pun… Saya lupak pula berapa banyak persis shaum ramadhan yang saya lalaikan dan belum saya ganti hingga kini.

Alhasil, seringkali timbul niat bahwa saya ingin mengganti puasa yang dulu2 saya lalaikan. Suatu saat nanti…namun entah kapan realisasi nya.

Sampai akhirnya saya putuskan puasa senin-kamis menjadi rutinitas saya, tapi terserah Allaah saja mau menerima amal puasa saya sebagai puasa apa 😆
Kenapa pilih senin-kamis? Selain keutamaannya banyak, saya juga menjadikan hari senin kamis ini sebagai pemicu hari yang tepat untuk berpuasa di hari biasa, karena.. pasti banyak temen doong yang puasa sunnah ini (meski temen entah berantah dimana mana yang saya pun nggak kenal). Saya semacam gak kuat iman kalau puasa di hari2 yang tak nampak lazim untuk berpuasa. Yah maklum, inilah duka jika beramal masih tergantung lingkungan / teman.

Sekian protokol nya.
Intinya adalah.. rasanya begitu menyenangkan jika niat yang dibangun dari tahun ke tahun sudah terwujud. Hanya puasa shawwal memang, dan semoga Allaah terima shaum shawwal saya dan anda semua.

Dan tahun ini setelah menyelesaikan shaum qadha ramadhan sebanyak 7 hari dan di marathon dengan shaum shawwal sebanyak 6 hari. Kan mau gak mau mereka dikerjakan di hari biasa yah? Gak mungkin kalau hanya dikerjakan di hari senin dan kamis. Belum lagi terpotong dengan masa haid. Wah… Harus dikejar di hari biasa doong pastinya.
Singkat cerita, saya menerapkan sistem puasa Nabi Daud (seling hari) biar project marathon puasa ini gak terasa berat tapi target tetap terkejar. Dan alhamdulillaah, insyaaAllaah berhasil 🙂

Dan hari ini tanggal 1 dzulqaidah, hari selasa, saya kembali berpuasa setelah terakhir saya berpuasa syawal hari minggu. Entah saya meniatkan ini puasa apa tapi jadi semacam ‘ketagihan’ puasa gitu.

Puasa senin, bukan…
Puasa Nabi Daud pun, rasanya belum kepikiran untuk istiqomah…
Ah baiklah, puasa ganti (qadha) aja, kan masih banyak hutang yang tahun2 lalu. Pikir saya..

Lalu ada seorang paman yang bertanya, “puasa apa hari selasa gini?”

“ngg… Puasa ganti, kayaknya….” jawab saya, terdengar ragu.

“kok ‘kayaknya’?” timpah tante saya.

“iya soalnya marina gak tau berapa hutang puasa sebelum marina ‘sadar’, tante…” jawab saya kembali.

“waah berarti ada kemungkinan puasa terus2an doong?” si tante bertanya kembali, dan saya hanya meringis nyengir.

Dan sang paman nyeletuk, “loh, bukannya udah lunas ya? Kan udah puasa shawwal yang sama dengan puasa selama setahun lamanya. Otomatis bisa jadi pelunas hutang puasa yang dulu-dulu tuh…”

Saya pun berpikir “…..”

“….”

“…….”

Heee….? Iya juga ya?!

Advertisements