Malam Sendu

by marinamerona

Jum’at, 29 Juni 2012

Assalamu’alaykum, warohmatullaah wabarokaatuh..

Halohalo..
Hari ini, seperti hari-hari sebelumnya, yang siangnya disibukkan oleh urusan dunia. Sebenernya saya sedang merasa tidak ada waktu untuk menulis, sekali lagi.. disibukkan oleh urusan dunia, alih-alih untuk mencari sesuap nasi. Tapi.. yasudahlah, silakan baca dulu.

Singkat cerita, 3 bulan terakhir kami ini sedang kejatuhan rezeki berupa proyek besar. Awalnya kami mengandai-andai, jika proyek ini berhasil kami selesaikan, keuntungannya akan amat sangat cukup membuat kami berada di zona `nyaman` kehidupan, bisa mengeluarkan zakat tanpa khawatir, bisa jalan-jalan tanpa minta uang ke orang tua. Atau setidaknya pun hanya untuk menyambung hidup, alhamdulillah. Bahkan Pojok Merona tempat saya berjualan online pun saya tutup untuk sementara waktu.

Seberat apapun, jika usaha dan tawakkal, pasti ada jalan untuk menyelesaikannya. Kira-kira begitulah awalnya saya pikir.

Namun, yang namanya usaha, pasti gak akan selalu berjalan lancar, saya paham itu, hehe..

Lucunya, justru makin kebelakang ini saya mengalami krisis iman. Sempat saya merenung beberapa malam,

“kemana marina yang dulu pernah selalu meluangkan waktunya untuk berdzikir mengaji pagi dan petang?”

“kemana marina yang dulu pernah bertekad untuk berkhidmat dalam urusan rumah tangga?”

“kemana marina yang dulu pernah, sering menangis karena ajakan sholat nya ditolak sana sini?”

“kemana marina yang dulu pernah, sering terluka pilu karena melihat orang-orang terdekatnya mengabaikan Allaah?”

“kemana marina yang dulu pernah… selalu memperjuangkan sholat di awal waktu dan menangis apabila keinginan sholat di awal waktunya tidak terpenuhi?”

Namun marina yang kini sedang menulis, hati nya seperti tanah liat.. yang apabila disiram air, hanya lembab sejenak lalu mengeras lagi.

Ya Allaah… aku rindu, sebenarnya aku rindu masa-masa itu. Sudah berkali-kali saya merasakan rindu itu tapi tak kunjung bersapa. Mungkin akan ada waktunya nanti tapi kapan?

Kamis, 28 Juni 2012

Ada yang membuat saya sedih, namun tertutupi dengan kegembiraan yang saya dengar.

Sedih, hanya karena tertekan, ingin proyek ini segera terselesaikan dengan lancar 😀

dan kabar gembira nya adalah ..

pertama, salah satu saudari yang menceritakan kisah Presiden Mesir yang baru dilantik beberapa hari ini. Betapa bahagia dan cemburu nya saya terhadap negara Mesir kini, yang mempunyai seorang pemimpin yang tetap mengamalkan sholat subuh di masjid. Singkat riwayat, beliau pernah dimasukkan penjara karena dituduh melakukan gerakan bawah tanah untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintah yang sebelumnya… Mendengar kisah ini, saya jadi teringat kisah Nabi Yusuf yang dulu juga pernah di penjara karena di fitnah, tapi setelahnya menjadi pemimpin yang mulia di negaranya. Menyenangkan bukaaan? Saya gampang terpesona sama kisah-kisah seperti ini lho, jadi klo ada yang mau merayu saya, yes you’ve got the clue~ 😉

Lalu, Maghrib tadi, saya nongkrong di parkiran mesjid di daerah bekasi menunggu mama papa sholat. Masjid yang cukup indah, luas tempat parkirnya, ada securiti.. Mungkin jika saya sedang tidak berhalangan, betapa nikmatnya jika saya sholat disini. Namun tiba-tiba saya berpikir sejenak..

“Alih-alih tidak menemukan tempat sholat yang nyaman, sholat pun ditinggalkan. Padahal di neraka jauh lebih tak nyaman.
Jika iman sudah di hati, sholat alaskan batu kerikil pun terasa nikmat. Perlahan namun pasti, tanamkan kebesaran Allaah walau awalnya berat.”

deg.. Diiringi dengan alunan azan maghrib yang berkumandang, dengan pemandangan segelintir pejalan kaki, pengendara mobil, pengendara motor, yang datang beriringan berlomba mendapatkan takbiratul pertama.. dan tiba-tiba air mata saya menetes ;___; rasanya sudah lama sekali saya tidak merasakan `suasana` seperti ini, sekali lagi, spiritual saya tergoncang.. (halagh bahasamu nak, bahasa silet)

Kembali ke rumah, saya beristirahat sejenak, intermezzo dengan membuka-buka FB es olweis sekedar ingin melihat keadaan teman-teman. Dan voila, saya mendapati seorang yang saya kenal baru-baru ini di tempat kerja, tampak mengenakan hijab!
Mata saya cengok, karena yang saya tau, kesehariannya adalah merokok, berpakaian jeans kaos, dan tak segan berkumpul dengan para pria. Kami memang tak terlalu dekat, tapi kami pernah satu ruangan kerja meski sekarang sudah selesai.. jadi yah, tetep seneng banget lah, semoga hijab nya permanen dan nempel di hati, itulah harapan kecil saya.

Oh, FYI, setiap ada kenalan wanita yang ketawan hijrah mengenakan hijab, hati saya selalu bahagia 🙂 karena mengingatkan diri saya sendiri akan beberapa tahun yang lalu. Kenangan betapa manisnya iman pada saat itu.

Namun menjelang tidur, seperti biasa, krisis itu datang kembali… sampai saya menemukan pesan di kotak messages saya yang dimana isi pesannya kembali membuat saya cengeng.

kelihatannya di posting-posting akhir, Allah sudah jarang hadir ya.

ya Allaah (lemes..)
Perlahan saya buka kembali blog saya, saya baca post yang lalu-lalu dan yang baru-baru… dan.. dia benar.

Sambil mata berkaca-kaca, saya awali menulis post kali ini..

Ah… malam ini sendu, nampaknya pagi ini saya akan ditanya sama orang rumah kenapa matanya bisa keliatan `bengep` lagi

Advertisements