berhasil kah..?

by marinamerona

Marina, 15 September 2010

Cuma ingin sharing apa yang ada di benak ini tentang bulan Ramadhan,

bulan yang dijanjikan Allah penuh kemuliaan itu. Allah Maha Benar dengan segala janji-Nya.

***

Meski bulan Ramadhan telah berlalu dan kini berganti dengan bulan Syawal. Tapi entah kenapa bagiku auranya masih terasa hingga sekarang.

Di awal bulan Ramadhan, alhamdulilah masih sempat menghadiri dan menyimak ceramah tarawih Ramadhan dari salah seorang ustadz.

Dari yang kudengar dan semoga tidak salah tangkap, beliau berusaha menyampaikan bahwa Ramadhan itu bulan latihan bagi kaum ‘muslim’ (orang Islam).

Latihan untuk apa?

Latihan bagi kaum ‘muslim’ untuk meningkatkan derajatnya menjadi kaum ‘muttaqiin’.

Apa itu kaum ‘muttaqiin’?
yaitu orang-orang yang bertaqwa.

Masih bingung apa bedanya ‘muslim’ dengan ‘muttaqiin’?
Ya, aku pun baru menyadarinya.. siapapun bisa menjadi muslim, tapi setiap muslim belum tentu seorang muttaqiin. Intinya, ‘muttaqiin’ itu derajatnya di atas ‘muslim’, dan hanya Allah yang tau bahwa seorang muslim itu muttaqiin atau bukan. (kalau aku salah, mohon dibetulkan ya?)

Sekarang bagaimana caranya kita untuk menjadi ‘muttaqiin’ (orang2 yang bertaqwa)?

Salah satunya adalah ‘latihan’ di bulan Ramadhan. Lain hebatnya Allah.. metode yang Allah berikan untuk kita latihan bukanlah seperti latihan ‘militer’, akan tetapi latihannya dengan cara meng HARAM kan yang HALAL (nah loh.. maksudnya?)

Pada bulan Ramadhan, Allah meng haram kan makan-minum di waktu tertentu, Allah haramkan suami-istri berhubungan intim di waktu tertentu. Padahal makan-minum dan berhubungan intim bagi suami-istri adalah kegiatan yang halal poeell.

Gunanya untuk apa itu semua?
yaitu untuk ‘latihan’ mengontrol nafsu kita.

Sehingga bulan Ramadhan berakhir, lahirlah kita menjadi seorang ‘muttaqiin’ yaitu, orang yang NGGAK RAKUS dengan yang halal2, dan orang yang ENGGAN jika mengerjakan yang haram2. Gimana nggak? sama yang halal aja kita udah ‘master’ memanage/nahan diri, apalagi sama yang haram? pasti lah dengan tegas “say NO to harams”

See?

Apakah setelah berlalu nya bulan Ramadhan, kita ada merasakan menjadi seseorang yang seperti itu? setidaknya.. sedikitnya?

atau justru selepas Ramadhan kita jadi kalap makan ini makan itu sampe perut mau meletus? (kok tiba-tiba jadi inget diri sendiri ya?)
atau bahkan kita malah dengan senang hati tralala trilili kembali berbuat maksiat?
jika begitu.. well wassalaam, tolong jangan pernah merasa minder untuk segera memperbaikinya mulai dari sekarang dan semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya (itupun kalau kita masih diberi umur).. insya Allah, amiin ya Allah

Maka janganlah heran jika kita melihat ada orang yang menangis tersedu-sedu ketika bulan Ramadhan berganti, karena sesungguhnya dia telah menjadi seorang yang dilanda rindu dengan kebesaran dan janji-janji Tuhan nya, Allahu laa ilaha Illahuw..

Tentulah berbeda dengan orang2 yang ‘riang gembira’ gak karuan melepas Ramadhan dengan hati seolah terbebas dari belenggu gak boleh ini gak boleh itu. Bahkan bukannya menyambut hari raya Idul Fitri dengan takbir-tahmid dengan tertib di masjid, tetapi malah bertakbir beramai-ramai naik truk, bonceng-boncengan yang bukan mahram nya, ugal-ugalan dan lempar mercon sana-sini sehingga tak jarang berbuat onar bahkan membuat resah masyarakat sekitar.. maasya Allah, meski ada niat syi’ar Islam, tapi bukan begitu cara yang Allah suka.

Alangkah lebih baiknya syi’ar Islam itu, dengan bersilaturahmi ke rumah paman, bibi, saudara dan tetangga dengan niat meminta maaf dan memaafkan kesalahan hingga tak berbekas di hati. Saling berbuat menyenangkan antar sesama saudara muslim. Dan bertasbih memuji-muji Allah di masjid dengan suara yang lembut dari hati.

Pokoknya jauh dari berbuat onar deh. Dan bayangkan pula jika uang untuk beli kembang api dan menyewa truk yang berjuta-juta itu dibagi bagikan kepada fakir miskin (zakat) ? tentulah orang2 fakir miskin akan ikut makmur sentosa pada hari raya.. insya Allah, Allah akan lebih ridho dengan cara syi’ar Islam yang seperti ini bukan?

Allahu a’lam..

Kita aja gak suka anak kita bakar-bakar dan buang-buang duit untuk hal yang sia-sia, apalagi Allah?

kita mengaku sudah dewasa tentu bisa membedakan mana yang manfaat dan mana yang rugi. Hendaknya kita mengerjakan perkara-perkara yang Allah suka ^_^ insya Allah yuks ?

Subhanallah subhanallah.. astaghfirullah.. Allahu akbar walhamdulillah

Smoga Allah menjadikan kita orang-orang yang kembali pada kesucian dan ketaqwaan, serta orang-orang yang menang dalam melawan hawa nafsu dan memperoleh ridho Allah..

Semoga semangat beramal yang gencar kita lakukan di bulan Ramadhan ini tidak padam seiring lepasnya bulan Ramadhan..
Semoga amalan di bulan Ramadhan tetap konsisten kita kerjakan di bulan-bulan lainnya..

(kan.. udah ‘latihan’ selama satu bulan penuuh, hee.. insya Allah)
mudahkanlah dan beri kekuatan kami ya Allah..

***

Taqabalallahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum..

Taqabalallahu ya Kareem..

Mohon maafkan kesalahan-kesalahan ku hingga tak ada yang berbekas di hati ya?

Eid Mubarak 1431 H

Advertisements