too messy for messed up

by marinamerona

Marina, 25 Maret 2010

hayo…

berbenah.. berbenah..

benahi hati…

Tapi, susah sekali rasanya…

***

ya.. Allah…

ada yang hilang kah…?

ada yang terbalik kah…?

***

Kirakira itu lah yang teriang-iang dalam benak saya akhir-akhir ini.

Sesuatu yang tidak menyenangkan hati, muncul silih berganti mengisi detik-detik.

Ketika diri ini mengalami suasana hati yang cenderung distraksi, saya sadar betul, Allah Maha Membolak-balikkan Hati..

Namun masih saja terasa berat untuk merelakan bahwa ada yang mengatur seluruh alam semesta ini…

tanda belom ikhlas kah?

tanda egois tingkat tinggi kah?

ato jangan-jangan.. selama ini berkoar-koar tentang

“Allah.. Allah..!”

“Alhamdulillahi Robbil Alamiin..”

“Segala pujian bagi Allah yang MENGATUR alam semesta.. tak ada terkecuali isinya..”

tapi nyatanya… hati ini masih saja belom terima klo memang ada yang Maha Mengatur??

TENTU SAJA !

.

.

Marina.. marina…

hati mu terlalu bernoda, berantakan…

terisi dengan emosi, egoisme tingkat tinggi, prasangka buruk,  iri, hasad, dengki, bahkan ghibtah pun tak tau mau diletakkan dimana lagi… terlalu banyak yang salah.. hingga dirimu pun mudah murka bahkan ke orang-orang yang tidak mengerti keadaanmu…

dan lagi, hati ini terlalu ber-kerak…

sesuatu yang ber-kerak, jika di-gosok atau dibersih-kan terus menerus.. pasti akan terasa panas awalnya… perih rasanya… menggosoknya pun perlu menguras tenaga..

.

jadi…

wahai hati yang berkerak..

mau dibersihin kan??

.

teringat salah satu nasihat dari pak ustadz…

jika mau hati yang bersih, perbanyaklah dzikrullah… karena dzikrullah bisa membersihkan hati yang kotor..

ya… mungkin awalnya terasa ‘panas’ karena saking ber-kerak nya,
terasa gatal hati ini jika menyebut lafadz-lafadz Allah…

.

Ya Allah…

hatiku sedang berantakan…

namun tak tau lagi harus berbuat apa…

ber-dzikrullah pun terasa membuat tangis ini semakin menjadi-jadi..

Tapi… sekian lama, rasa ini masih terasa..

dan terasa lagi…

.

terlalu kotor kah hati ini?

.

Tapi…

aku mau hatiku bersih..

paling tidak selicin kaki bayi..

bukan seperti panci yang banyak kerak hitamnya…

karena kutau..

Allah menyukai yang bersih-bersih…

.

Mohon ya kawan, ingatkan aku selalu untuk ber-dzikr..

mengingat-ingat dan menyebut kebesaran Allah…

walau kau akan menemukan ‘diriku’ yang mudah murka..

Advertisements