Malas Bersosialisasi < Anti-Sosial

Disclaimer : Dilarang kasihan sama penulis setelah mbaca post yang satu ini yaa.. Ini akan menjadi very veerryy long-post, beware bagi yang tidak suka membaca :mrgreen:

Sebenernya, saya gak tau jelas detail arti dari Anti-Sosial (Ansos) itu sendiri. Tapi yang paling saya ketahui adalah, An-Sos itu adalah jenis penyakit keterbelakangan mental bukan? Karena saya bukan ahli medis, silahkan baca langsung di om wiki tentang pemahaman anti-sosial (dan kawan-kawannya) yang baik dan benar :mrgreen: Mungkin di post yang ini, saya akan bercerita sedikit tentang lingkungan sekitar yang saya amati.

Jadi begini..

***

Saya pernah tidak sengaja mengamati seorang pria yang berumur sekitar 25 tahun. Seorang pria yang hampir tidak pernah keluar rumah dan masih dibawah biaya orang tuanya. Pria tersebut hanya ber-kegiatan bermain game console, game online, merawat kucing dan lihai dalam masalah perangkat komputer. Bahkan saya rasa, dia punya potensi untuk menjadi orang yang ‘berada’ JIKA DIKEMBANGKAN. Lalu?
Entahlah apa lagi yang dilakukan di rumahnya. Kalo ingin berperasangka baik, mungkin dia tipe pekerja rumahan saja (bisnis online, free lance ato semacamnya).

FYI, pria ini enggan menghadiri acara khalayak ramai (pesta dan sebagainya), dan pula enggan berkumpul ketika ada acara keluarga. Kalau pun dipaksa, pasti dia selalu merasa tidak betah berada di keramaian dan selalu ingin pulang di awal waktu. Bahkan kini, saudara-saudara nya sudah menganggapnya ‘hilang’ dari daftar keluarga (saking jarang beredar-nya..). Tak jarang pria ini menimbulkan kecemasan yang berlebih pada orang tuanya.

Namun, bukan berarti dia tidak pernah berinteraksi dengan orang lain. Setidaknya ada, meskipun jumlah orang yang menurutnya enak dia ajak bicara bisa terhitung dengan jari.

Pernah suatu ketika pria ini pergi ke suatu tempat yang di dalamnya berkumpul orang-orang ‘besar’ seperti Kepala Polisi dan Ulama. Entah apa yang membuatnya tertarik, namun pria ini sangat ‘nyambung’ ketika berbicara dengan para orang ‘besar’ itu. Seperti ada respect yang ‘lebih’ dibandingkan orang lain yang dia anggap tidak berguna dia ajak bicara..

Hemm.. okeii, saya tidak jadi menganggap pria ini An-Sos :mrgreen: melainkan introvert kali ya??

***

Sebenernya kasus pria ini gak jauh beda dari saya..

Advertisements