Hello (again) World!
Entah sudah berapa lama ya saya gak ngisi tulisan di sini?
Seperti yang kita ketahui, belakangan ini banyak bermunculan euphoria social media baru.. katakanlah seperti facebook, twitter, google+, tumblr, dan ya, saya memiliki account di semua social media yang saya sebutkan barusan, entah social media apa lagi yang saya lewatkan. Pun saya merupakan pengguna aktif berbagai social media tersebut (meski tak semua socmed yang saya daftar).

Semenjak terhanyut di berbagai socmed (social media), saya jadi jarang punya ide untuk menulis. Terlebih karena saya sudah merasa cukup menulis beberapa patah kata saja untuk meluapkan isi hati dan berbagai `celetuk` saya.. haha kalian tau lah. Dengan re-share atau re-tweet, semua yang ada di hati pada saat itu sudah terwakili.
Satu alasan lagi kenapa ide menulis saya mampet, karena berkurangnya intensitas saya bertemu dengan para informan saya tentang topik yang kini sedang saya gemari, which is i called them `sahabat`.. karena saya tak mampu menganggap semua orang menjadi sahabat yang `klik`. Kini saya sadari betapa kurang nya memiliki hanya 1 sahabat dan betapa berlebihannya memiliki 1 musuh. Pun saya tidak terlalu banyak ber aktifitas di luar rumah, bukan karena paksaan melainkan karena saya yang tidak terlalu tertarik dengan aktifitas luar akhir-akhir ini. Nah kan, jadi serba galau deh jadinya… maasya Allah ya, semua suasana ini Allah yang cipta, saya harap saya tidak banyak mengeluh, banyak wacana tapi buat apa kalau tidak praktek?
Bersyukurlah Allah masih menyediakan teknologi sebagai ajang bersilaturahmi antar dunia maya.
Bagi yang belum tahu, saya putuskan untuk membuka online shop, yang saya harapkan selain untuk mencari nafkah tetapi juga untuk menjalin tali silaturahmi dengan para pembeli. Saya putuskan untuk berdagang daripada bekerja kantoran, kenapa? karena kata Rasululloh saw yang saya ingat-ingat adalah “berdagang membuka 9 dari 10 pintu rezeki”
kira-kira begitu mahfum nya, maafkan saya tidak hafal perawi nya tapi kalian bisa cari tahu sendiri, hadits ini cukup populer kok.. dan betulkan saya jika salah.
Dan.. lagipula klo dipikir2, saya gak cocok untuk bekerja kantoran.. untuk disiplin sholat 5 waktu tepat pada waktunya saja saya masih tergopoh-gopoh, apalagi disiplin waktu dalam bekerja kantoran? banyak yang menyayangkan dan menyemangati saya untuk bekerja kantoran dengan kemampuan yang Allah anugrahkan untuk saya. Tapi yah, kita lihat saja saya nanti jadi apa dan bagaimana
Pernah ada yang bertanya “Kenapa gak kerja kantoran aja sih?”
Saya jawab sambil berguyon “Nggak ah, gak mau ngambil space cowok2..”
“Nanti gak pernah dapet cowok loh..”
“err… dunia luas bung, gak sebatas kantoran aja, hehe..”
Terlihat bijak dan tegar kah? Tapi saya bohong kalau saya tidak pernah mencemaskan siapa kelak yang akan menjadi pendamping saya, secara agak introvert yah
ah tapi biarlah.. santai saja seperti di lantai.. kalo kata Delon “semua indah pada waktunya”.
Mohon do’a saja dari teman-teman untuk kelangsungan hidup saya yang lebih baik, dan semoga kebaikan itu juga atas teman-teman sekalian, sekian kata sapa setelah sekain lama `tertidur`.
Hello again, world!
wassalaam,
Marina Agustin
