Alirat Tersesat
by marinamerona
Pada suatu hari, ketika adzan maghrib berkumandang..
suatu waktu ketika orang-orang masih disibukkan dengan canda tawanya..
dan saya, yang termasuk di dalam lingkaran orang-orang itu, entah sudah berapa kali melihat jam di ponsel secara berulang-ulang..
sebuah tanda kecemasan saya “sudah berapa menit saya menunda-nunda panggilan Allah?” sedangkan saya masih terjebak dalam sebuah lingkaran canda tawa..
Dan saya pun akhirnya memberanikan diri untuk berdiri..
suara saya pelan berkata “Maghrib dulu ah..” sambil berharap ada yang membalas “ikut donk..”
namun saya pun tetap berada dalam kesendirian saya.. seolah wajah yang lain berkata “nanti aku menyusul”..
OK, tidak masalah pikir saya.. dan saya pun berlalu untuk melakukan ritual mensucikan diri yang mahsyur dengan sebutan ber-wudhu..
masih dalam kesendirian, saya memasuki sebuah bilik mungil yang tidak pernah dihampiri kecuali oleh mereka yang ingin bertamu pada yang Maha Pencipta Alam Semesta..
saya hendak pakaikan tubuh saya dengan pakaian yang saya harapkan ini adalah pakaian takwa.. pakaian mulia yang paling sederhana yang saya kenal, sebuah telekung putih yang menutupi hampir seluruh lekuk tubuh saya..
tiba-tiba Allah mengirimkan saya seseorang, yang benar-benar menyusul saya ke bilik mungil..
betapa bahagianya saya saat itu, meski beliau hanya seorang gadis kecil yang kami tidak ada kedekatan sebelumnya..
saya sebagai imam dengan segala keterbatasan saya, dan gadis kecil itu menjadi makmum dengan segala kelebihannya..
***
selesai kami memenuhi panggilan Allah yang Maha Kuasa, kami rasa kedekatan kami pun semakin menjadi..
sampai tiba-tiba ada seorang baya tanggung yang menghampiri kami dengan wajah penuh tanda tanya..
beliau mendekati kami seolah memantau hubungan kami yang aneh..
dia hanya terdiam, mengamati gerak gerik kami..
saya pun berusaha keras membaca bahasa tubuhnya..
oh ternyata, beliau adalah kakak lelaki gadis kecil yang tadi sholat bersama saya..
sekilas cengkrama saya dan gadis kecil tadi terhenti, fokus saya tergantikan oleh lelaki ini..
saya menerka-nerka apa yang beliau pikirkan? dan saya beranikan untuk memecahkan kecemasan beliau, “ada apakah?” tanya saya heran..
jawabnya sederhana “tidak apa” namun nampak terlihat tetap memikirkan sesuatu, atau mencemaskan sesuatu..
baiklah, saya pun kembali beranjak dari tempat saya sebelumnya, diikuti gadis kecil itu dan hey, sepertinya gadis kecil itu menyukai saya?
dan lelaki itu pun bertanya seolah tertinggal “mau kemana?”
sangat lucu pertanyaannya, padahal saya hanya berpindah tidak lebih 5 meter dari nya…
muncul monolog dalam diri..
“hei kawan.. apa yang kau pikirkan tentang aku?”
“segitu cemaskah kau melihat adikmu bersamaku?”
“hanya karena kami sholat bersama kah? atau setelahnya kami jadi begitu dekat?”
Teringat saya akan kasus yang sedang naik pamor belakangan ini adalah yang menguatkan kembali phobia masyarakat akan agama yang kami peluk.. phobia yang cukup menyusahkan untuk membuat ummat tidak tercerai berai..
nampak rumit memang, semua terdengar komplex..
“hey kawan.. aku hanya mengajak adikmu taat pada pencipta-Nya, bagaimana bisa kau memandangku dengan penuh kewaspadaan seolah aku akan membawa adikmu kepada ke sesatan?”
pertanyaan yang muncul dalam diri, membuat saya tak cukup menahan emosi yang transparant..
sampai Maghrib yang singkat telah berganti Isya, saya pun masih bertanya-tanya..
“kau muslim, aku pun juga muslim.. lalu bagaimana bisa kau memandangku dengan penuh kewaspadaan namun tidak waspada ketika kau sendiri tidak mendirikan sholat sebagaimana muslim pada seharusnya?”
“apakah kau khawatir aku berbahaya karena menganut aliran sesat? padahal siapa yang tidak berusaha taat pada Tuhan?”
pikiran ini mulai absurd.. akhirnya kami tetap berada dalam ‘usaha’ kami sendiri tanpa ada satupun yang saling mengoreksi..
saya berpikir kembali ke belakang.. rupanya saya pun nampak sama-sama khawatir.. meski dalam sudut yang tak sama..
***
berulang kali monolog itu saya tutup dengan ”ah, mungkin ini hanya perasaan saya saja..”
dan seperti biasa, saya pun menghela nafas…

LOWONGAN PERUSAHAAN ONLINE GAJI HINGGA 15 JUTA RUPIAH
1. Penawaran Gaji Pokok 2 Juta/Bulan
2. Jenis Tugas (Pekerjaan) Hanya Meng-Entry Data Secara Online Dari Rumah Anda, Per Entry 10 Rb Rupiah, Bila Sehari Anda Sanggup Meng’Entry 50 Data Maka Gaji Anda 10RbX50Data=500Rb Rupiah/Hari. Dalam 1 Bulan 500RbX30Hari=15Juta/Bulan.
3. Untuk Semua Golongan Individu Pelajar/Mahasiswa/Karyawan Yang Memiliki Koneksi Internet, Dapat Dikerjakan dirumah/diwarnet.
4. Dapatkan Gaji 200Rb Didepan Setelah Pendaftaran Untuk Semangat Kerja Pertama Anda.
5. Cara Pendaftaran di http://kerjaonline200.blogspot.com/