Marina, 15 Oktober 2009
putih kulitnya..
merah bibirnya..
jelita parasnya..
anggun akhlaknya..
cerdas pekertinya..
Gadis namanya…
***
Belakangan ini , saya ter-ingat ingat sama seorang wanita… wanita yang usianya 2 tahun di atas saya. Dialah kakak kelas saya semasa SMA dulu. Kami tidak cukup mengenal satu sama lain, tapi di mata saya, dia cukup charming sebagai senpai (kakak kelas).
Why??
Karena, selain yang saya sebutkan ciri-ciri nya di prolog atas.. kakak kelas yang satu ini mengenakan jilbab yang tidak kekurangan bahan, alias jilbab (ber-peniti) lebar sampai ke perut dan menyamarkan lekuk punggung… uuu~
Kak Gadis (begitulah para junior memanggilnya), dialah yang menjadi bayang-bayang wanita soleha bagi saya pada waktu itu. Namun, hati saya masih terlalu beku untuk mengikuti jejaknya… hee
Kak Gadis ini… dulu nya tidak ber-jilbab, entah sejak usia kapan dia memakainya. Yang jelas, ketika saya mengetahui sosok-nya, dia adalah wanita yang sudah sepaket dengan jilbab-nya.
Sewaktu acara ‘keputrian’ yang diadakan sekolah saya setiap jum’at an, kak Gadis ini pernah ditunjuk oleh para guru untuk ber-cerita, bagaimana dia mendapatkan hidayah untuk mengena-kan jilbab. Para guru pun berharap, kisah nya dapat menambah semangat para siswi untuk mengenakan jilbab.
Di depan teman-teman dan para adik kelasnya pun dia bercerita mengenai pengalaman singkat-nya..
“waktu itu, saya gak sengaja menginjak korek api yang masih panas. Saya merasakan panas dan perih bukan main sampai meninggalkan bekas, lalu saya berpikir ‘ya Allah, api sekecil ini aja udah bikin nangis, gimana di neraka nanti?‘ .. semenjak itu, saya mulai berpikir untuk mengenakan jilbab“
“Wohow.. beda kali ya sama gw kalo yang nginjek korek api itu, bisa-bisa latah bon-bin (kebon binatang) doank, not else..” respon saya on the spot.
Yah..kurang lebih begitulah cerita dia yang paling saya ingat, sangat singkat dan padat.. makanya saya mudah ingat, hehe.
Lalu… bagaimana dengan orang-orang yang di’tegur’ lebih dari itu ya?
Ada orang bijak mengatakan, ” seseorang yang beriman, dia akan dengan mudah menangkap sinyal-sinyal hidayah dari Allah, ketika itu dia akan buru-buru be-cermin, apa ‘ada’ yang salah pada dirinya.. lalu, ia-pun lekas memperbaiki ‘apa’ yang salah itu “
Euu.. ngaku ber-iman sih.. udah.. tapi, cara meng-aplikasi-kan dalam kehidupan sehari-hari itu luogh yang kadang kita gak sadar kalo lalai..
Jadi khawatir gak sih? menjadi golongan orang-orang yang di biar kan ‘buta’ mata hati-nya, sampe-sampe gak bisa melihat ato menyadari sinyal-sinyal hidayah dari Allah..
Berarti sudah sepatutnya kita berusaha peka sambil menyisipkan sebuah do’a agar dimurahkan hidayah sama Allah ya..? and also.. minta bantuan Allah agar hidayah yang udah ada, senantiasa di-kekal-kan dalam diri kita, agar bisa istiqomah.. iya? Allah Maha Pemurah.. Allah Maha Pengasih….
.
.
Gadis…
salah satu wanita yang kukagumi….
wanita yang bahkan akupun tidak akrab dengannya…
wanita yang mungkin tidak mengingat keberadaanku…
tapi tiba-tiba aku ingin tahu keadaannya…
apa kabar ya dia?

1 comment
Comments feed for this article
October 20, 2009 at 10:04 am
ina namaku
assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh
rata-rata.. mbak2 rohis keputrian itu memang memikat hati ya.. na jg dulu gitu ri.. ‘terpesona’ sama salah satu mbak rohis yang menjadi as-men (asisten mentor).. hehe bukan sama mentornya, tp sama as-men karna walau jilbabnya belum sepanjang mbak mentor..tapi hatinya mulia nan bijaksana sekali..
heung..
apakah ini membuktikan bahwa wanita yang berjilbab itu dijadikan panutan ya?